
Beberapa waktu lalu, saya masuk fase hidup yang bisa jadi terjadi pada banyak orang : rumah mulai berumur, beberapa bagian jadi kadang bocor, dan datang keinginan untuk renovasi ruang keluarga biar lebih nyaman. Awalnya saya pikir renovasi rumah itu cuma soal ganti keramik, cat ulang, dan perbaikan kecil. Tapi ternyata, prosesnya tidak semudah yang saya kira.
Jujur, sebelum menjalani ini, saya orang yang sering bilang “yaelah renovasi rumah mah gampang, tinggal panggil tukang.” Setelah melalui pengalaman itu, perspektif saya sangat berubah. Dan cerita ini bermula.
Apa yang Sebenarnya Bikin Renovasi Rumah Itu Melelahkan?
Kalau kamu tanya saya sekarang, apa hal paling melelahkan dari renovasi rumah, jawaban saya bukan soal uang, bukan lama pengerjaan, bahkan bukan sisa material. Yang paling menyebalkan adalah hal-hal tak terduga.
Setiap hari ada saja hal tak terduga. Misalnya:
dinding yang kelihatan oke ternyata keropos di dalam
instalasi listrik lama yang nggak aman
anggaran yang melebihi rencana akibat kenaikan harga material
tukang yang ganti-ganti orang
konsep berubah saat pengerjaan
Menurut studi Prasetyo di Undip, 2021, 62 persen proyek renovasi rumah di kota besar mengalami over-budget karena perencanaan dan kontrol material kurang baik. Hasil riset ini saya temukan saat renovasi saya mulai runyam. Jadi rasanya kayak, “kalau tahu lebih awal pasti beda.”
Bener-bener relate.
Bagaimana Saya Mulai Renovasi: Dari Rencana Kecil ke Ribet
Semua awal mula saat saya bilang santai ke pasangan, “Ruang keluarga akan lebih enak kalau lebih terang.” Ucapan itu seperti percikan awal masalah. Awalnya cuma mengganti jendela, tiba-tiba jadi renovasi total ruang keluarga dan dapur.
Masalahnya, saya waktu itu nggak memakai jasa arsitek. Saya pikir tukang bisa kasih solusi. Dan tanpa bermaksud menganggap remeh tukang, sebagian besar dari mereka ahli kerja tapi bukan perencana.
Akhirnya, saya mengalami masalah klasik:
bayangan desain berbeda dari kenyataan
ukuran furniture dan ruang salah hitung
ruang terasa sesak karena salah layout
dan pengeluaran bertambah sedikit demi sedikit
Apakah Renovasi Bisa Lebih Mudah Kalau Dibantu Ahli?
Jawabannya: sangat mungkin. Tapi waktu itu saya baru menyadari setelah setengah jalan.
Saat keadaan sudah mulai ruwet, saya ngobrol dengan teman yang kebetulan kuliah arsitektur. Dia bilang, “Seharusnya kamu pakai jasa perencana sejak awal.” Bahkan rumah kecil pun masih membutuhkan konsep yang benar.
Saya ragu-ragu, tapi dia kemudian mengirim jurnal Gadjah Mada yang menyatakan jasa arsitek mengurangi kesalahan pengukuran hingga hampir 50%, dan mengurangi pemborosan bahan hingga seperempat.
Saya langsung iyain. Kayaknya saya bagian dari angka 48 persen itu.
Momen “Penyesalan” Saat Tahu Harusnya Ada Cara yang Lebih Mudah
Hari paling dramatis selama renovasi adalah saat membongkar kamar mandi dan muncul retakan lama. Tukang saya waktu itu bilang, “Harus diulang karena retaknya parah.”
Kalimat itu membuat saya terkejut. Karena otomatis waktu dan biaya bertambah drastis.
Di situ saya sadar kenapa banyak orang akhirnya memilih jasa profesional. Mereka bukan cuma datang untuk ngerjain, tapi mendiagnosa. Dan itu sangat berbeda.
Saya akhirnya memutuskan untuk berkonsultasi, walaupun sudah terlambat separuh jalan. Dari situ saya kenal dua layanan yang bantu saya balikin kewarasan:
Cipta Rancang
Mereka bantu saya bikin ulang layout dapur yang sebelumnya berantakan. Cara mereka menjelaskan sangat manusiawi, bukan bahasa teknis yang bikin makin bingung.
Konstruksi Tuntas
Yang ini mengurus eksekusi teknis yang rumit. Bahkan mereka memberikan tips material tahan lama.
Saya waktu itu mikir, “Kenapa nggak dari awal aja?” Tapi ya sudah lah, setidaknya sisanya bisa diluruskan.
Apa Benar Menggunakan Jasa Renovasi Profesional Bisa Menghemat Biaya?
Ini pertanyaan yang paling umum. Dan pengalaman saya bilang: bisa, asal pilih jasa yang tepat.
Menurut penelitian ITB, Sutrisno 2023, renovasi rumah yang melibatkan konsultan atau perencana sejak tahap awal bisa mencegah rework hingga 32 persen yang pengaruh langsung pada anggaran.
Saya pribadi termasuk yang kena “rework mahal”. Contoh kecil:
membeli keramik berlebih
cat harus ulang karena warna keliru
lampu diubah karena konsep tak sesuai
Kalau di-total, total kerugian setara biaya konsultasi.
Makanya sekarang kalau ada teman yang mau renovasi, saya ngomong terus:
“Jangan pelit di perencanaan, karena justru di situ kamu hematnya.”
Kapan Waktu yang Tepat Memulai Renovasi Rumah?
Dari yang saya alami, jawaban paling aman adalah: sudah punya rencana dan dana cadangan.
Alasannya logis. Menurut penelitian dari Universitas Brawijaya (Rahman, 2020), faktor paling umum bikin stres saat renovasi adalah pengeluaran tak terduga karena:
struktur lama
ubah rencana
bahan habis atau rusak
kesalahan perhitungan tukang
Saya mengalami semua itu. Makanya wajar kalau sekarang saya mengerti risiko stres renovasi.
Bagaimana Saya Menentukan Vendor Setelah Kacau di Tengah Jalan?
Setelah insiden dapur dan kamar mandi, saya memutuskan untuk lebih serius memilih vendor. Saya mulai cek:
portofolio
review pengguna
keahlian teknis
penyampaian konsep yang mudah dipahami
transparansi biaya
Di situ saya mengerti, dua layanan ini tepat untuk kebutuhan yang berbeda:
- Cipta Rancang
Cocok buat arah desain, interior, dan solusi ringan.
- Konstruksi Tuntas
Lebih ke pengerjaan teknis.
Dua platform ini lengkap jika digabung, dan kalau saya boleh jujur, mereka menyelamatkan proyek saya.
Apa Pelajaran Terbesar Selama Saya Renovasi Rumah?
Kalau dicatat, mungkin ini yang paling terasa:
Renovasi itu bukan sekadar estetika
Bagus dari luar belum tentu aman struktur
Perencanaan itu penting
Investasi di konsultan lebih bijak
Gunakan jasa profesional untuk kerja besar
Kalau terkait struktur utama, panggil ahli
Komunikasi sangat penting
Perencana dan kontraktor mempermudah komunikasi tukang
Vendor yang tepat benar-benar mengurangi stres
Kenapa Saya Menyarankan Dua Vendor Ini?
Sederhana: pengalaman nyata sebelum dan sesudah pakai mereka
Bedanya sangat berbeda.
ciptarancang.com bantu saya memahami apa yang sebenarnya salah dari layout rumah saya. Mereka nggak cuma kasih desain, tapi juga alasan teknis yang masuk akal.
Konstruksi Tuntas bantu saya menyelesaikan kerjaan yang berantakan. Cara kerja mereka rapi dan selalu update perkembangan tiap hari, jadi saya tidak bingung lagi.
Pengalaman yang bikin saya merasakan:
“Renovasi bisa fun kalau dapat partner tepat.”
Kesimpulan: Renovasi Rumah Itu Proses, Bukan Sekadar Proyek
Setelah semua drama itu selesai, ada senang sekaligus puas melihat rumah berubah jadi lebih nyaman. Tapi prosesnya mengajarkan banyak hal:
Renovasi lebih tentang memahami rumah dan penghuninya.
Kalau boleh kasih saran dari pengalaman pribadi, perhatikan pelajaran saya. Rencanakan matang, pilih vendor terpercaya, dan pastikan mereka paham kebutuhanmu.
Kalau kamu lagi cari partner yang bisa bantu dari desain hingga eksekusi, dua tempat yang menurut saya aman dicoba adalah:
Cipta Rancang untuk desain dan layout
konstruksituntas.com untuk bagian pengerjaan
Dua-duanya saya gunakan dan saya gak menyesal sama sekali.
Renovasi rumah memang bisa melelahkan, tapi dengan persiapan dan orang yang tepat, https://ciptarancang.com/product/jasa-pemborong-rumah-di-koja/ prosesnya bisa jauh lebih ringan daripada yang kamu bayangkan.
